Cara Membeli Kamera

Kamera penting untuk mengabadikan momen-momen spesial yang Anda lalui bersama teman-teman atau keluarga. Mencari kamera yang tepat bisa menjadi tugas yang cukup menantang, karena kebanyakan orang ingin foto mereka setajam dan sejelas ingatan mereka, dalam harga yang masuk akal. Jika Anda tidak yakin kamera mana yang paling cocok dengan kebutuhan Anda, jangan bingung lagi. Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk memilih kamera Anda.

1.Pilih kamera biasa tipe "point-and-shoot" (Anda tinggal mengarahkan serta menekan tombol potretnya) untuk kemudahan penggunaan dan pembawaan saat Anda bepergian. Kamera-kamera diggital ini simpel dan bisa menjadi peralatan point-and shoot dengan ukuran sebesar telepon genggam, atau terdiri dari beberapa bagian dan menghasilkan foto-foto yang lebih terperinci.
  • Kamera-kamera point-and-shoot merupakan model-model terkecil yang bisa Anda temukan. Kamera-kamera ini biasanya memiliki tombol dalam jumlah lebih sedikit di bagian belakangnya, dan, sebagi konsekuensinya, juga menyediakan pengaturan pribadi yang lebih sedikit - seperti misalnya pemotongan foto (photo-cropping) atau kemampuan zoom. Akan tetapi, hal ini mungkin tidak buruk, karena mode operasi otomatisnya tidak terlalu merepotkan dan tidak membutuhkan keahlian teknis.
  • Selalu ada aturan umum saat memilih sebuah kamera. Jika Anda ingin kualitas gambar yang terbaik, Anda perlu membeli perlengkapan yang mahal, khusus, serta besar. Akan tetapi, kamera-kamera yang menawarkan lebih banyak opsi pengaturan (seperti tingkat zoom yang berbeda, lensa-lensa yang bisa diganti, serta kemampuan pemotretan dari sudut luas (wide angle) juga membutuhkan usaha yang maksimal dan penguasaan tersendiri.
  • Kamera point-and-shoot yang cukup murah dan sangat disarankan adalah Canon PowerShot Elph 330 HS, yang berharga sekitar Rp2.400.000,00.
2.Pilih kamera "SLR" digital untuk mendapatkan kontrol pemotretan serta kualitas gambar yang lebih baik. SLR merupakan singkatan dari "single lens reflex" dan berarti kameranya menggunakan satu (alih-alih dua) lensa untuk memotret, yang merupakan karakteristik dari kebanyakan kamera-kamera yang lebih kecil.
  • Kamera yang memerlukan dua tangan untuk menstabilkannya kemungkinan besar adalah kamera tipe DSLR. Kamera-kamera ini lebih besar, lebih berat, dan lebih mahal dari kamera-kamera lainnya. Akan tetapi, kamera-kamera ini juga menawarkan sensor gambar terbesar (untuk resolusi yang lebih baik), kecepatan fokus tercepat (untuk pemotretan-pemotretan bergerak), dan berbagai variasi lensa dalam jumlah besar untuk mengontrol tingkat zoom dan pemaparan cahaya (light exposure).
  • Saat Anda melihat melalui sebuah lensa DSLR, Anda melihat tepat apa yang akan Anda potret. Pada kamera-kamera dengan dua lensa, lensa yang Anda lihat berbeda dari lensa sesungguhnya yang digunakan untuk memotret. Karena kamera-kamera DSLR menghasilkan foto paling akurat dengan hanya sedikit margin kesalahan, kamera-kamera ini biasanya digunakan oleh para fotografer profesional.
  • Keuntungan kamera berlensa tunggal lainnya adalah kamera-kamera ini bisa memotret secara instan, hampir tanpa waktu jeda. Pemotretan ini optimal untuk menangkap gambar benda bergerak, seperti anak-anak yang sedang berolahraga.
  • DSLR merupakan kamera yang paling optimal untuk penggunaan profesional, seperti pemotretan foto pernikahan atau foto-foto untuk majalah.
3.Beli kamera dengan lensa tanpa kaca yang bisa diganti untuk mendapatkan kualitas dan unsur serbaguna yang lebih tinggi. Kamera-kamera bebas kaca ini tidak memiliki kaca untuk mencerminkan cahaya dari fotonya. Akan tetapi, cahaya akan melewati lensa dan masuk langsung ke sensor foto.
  • Kamera model ini sering dianggap sebagai versi kamera DSLR yang tidak terlalu besar. Walau kamera ini biasanya memerlukan lensa terpisah untuk keperluan zoom dan kontrol light exposure, kamera ini juga lebih mudah dibawa dan digunakan daripada kamera-kamera DSLR.
  • Karena model-modelnya tidak memiliki sistem kaca, maka kamera ini lebih kecil dan mudah digunakan, tetapi masih menghasilkan resolusi yang bersaing dengan kamera-kamera DSLR.
  • Sayangnya, model-model tanpa kaca juga berharga cukup mahal (bisa mencapai sekitar Rp90.500.000,00). Kamera tanpa kaca dengan harga yang paling masuk akal mungkin Alpha 3000 (sekitar Rp4.655.000,00). Walau model ini dianggap sebagai model pemula, kamera ini masih akan tetap menghasilkan foto yang berkualitas tanpa menyakiti kantung atau dompet Anda.
4.Pilih kamera yang mengandung lebih banyak megapixel untuk mendapatkan resolusi yang lebih tinggi. Megapixel biasanya merupakan fitur yang paling fokus diiklankan dari sebuah kamera, dan berhubungan dengan seberapa jelas foto yang akan dihasilkan.
  • Secara spesifik, megapixel merupakan unit pengukuran yang mewakili satu juta pixel pada sebuah foto. Pixel merupakan titik-titik warna kecil yang menyusun sebuah gambar. Maka, jumlah megapixel yang lebih banyak berarti foto-foto dengan resolusi yang lebih tinggi.
  • Berhati-hatilah akan strategi pemasaran megapixel. Sama seperti semua fitur, megapixel dalam jumlah yang lebih berarti lebih banyak uang. Agar konsumen tetap membeli produk-produk mereka, kebanyakan perusahaan mengiklankan jumlah megapixel yang lebih tinggi sebagai peningkatan besar dari model-model kamera yang mereka produksi sebelumnya. Walau hal ini mungkin tidak penting di masa lalu, kebanyakan kamera point-and-shoot di zaman sekarang sudah memiliki cukup megapixel untuk mencetak foto-foto dalam ukuran besar.
  • Kamera-kamera point-and-shoot berkualitas tinggi memiliki 12-18 megapixel dan akan menghasilkan resolusi yang cukup tinggi. Jika Anda hanya memindahkan foto-foto ke komputer Anda, 1-3 megapixel sudah cukup, karena jumlah ini merupakan jumlah rata-rata yang terdapat pada sebuah komputer standar. Untuk membuat cetakan pada kertas berukuran 6x4, 2 megapixel sudah cukup baik. Untuk mencetak foto-foto pada kertas berukuran 10x8 atau lebih besar, 5-7 megapixel sudah cukup.
 
 

0 comments:

Post a Comment

Home - About - Order - Testimonial
Copyright © 2010 Kamera DSLR All Rights Reserved.