Menemukan Kamera Berkualitas dengan Harga Rendah

1.Kunjungi situs-situs we b seperti CNET or Overstock untuk menjelajahi penjualan-penjualan kamera. CNET.com dan Overstock.com memiliki spesialisasi dalam penjualan berbagai rangkaian produk secara luas, termasuk kamera-kamera digital.
  • Overstock.com bukan hanya pemasok daring, tetapi ditujukan secara spesifik untuk menyediakan tawaran-tawaran terbaik bagi para konsumen. Penjual-penjual daring atau fisik lainnya akan menggunakan trik-trik pemasaran seperti "diskon 50%" dari harga tinggi yang terkadang merupakan hasil imajinasi dan tidak masuk akal, serta tidak dituliskan. Bukannya melakukan itu, Overstock mendaftarkan harga-harga apa adanya dan terkadang akan menuliskan harga sesungguhnya serta jumlah uang yang akan Anda hemat (misalnya, hemat 34%).
  • CNET mengiklankan kisaran-kisaran harga, contohnya $150-$170 (sekitar Rp2.000.000,00-Rp2.261.000,00). Daripada menentukan untuk membeli dengan sebuah harga satuan khusus, Anda bisa membandingkan harga-harga untuk sebuah model atau berbagai model lainnya.
  • Vendor-vendor daring seperti CNET, Overstock, dan Amazon menawarkan penilaian serta ulasan pengguna yang kredibel, yang juga bisa Anda gunakan untuk menentukan keputusan Anda. Contohnya, jika Anda melihat sebuah kamera hanya diberi harga $200 (sekitar Rp2.600.000,00) tetapi hanya memiliki nilai 1 bintang dari 800 pengguna yang berbeda, Anda mungkin bisa mengambil kesimpulan bahwa kamera tersebut tidak layak dibeli.
2.Pertimbangkan membeli kamera bekas dari vendor-vendor tepercaya seperti Amazon atau eBay. Tidak seperti mikrofon dan headphone, yang merupakan benda-benda elektronik yang lebih rapuh, kamera biasanya lebih tahan lama dan masih bisa digunakan selama lensanya berada dalam keadaan baik.
  • Amazon.com akan menjelaskan kondisi tepat dari produk bekasnya. Contohnya, Amazon akan menggolongkan benda-benda sebagai "Good (berkualitas baik)," "Very Good (sangat baik)," atau "Like New (seperti baru)." Inilah kualitas-kualitas yang seharusnya Anda dapatkan. Jika memungkinkan, beli sebuah benda "Like New", karena benda ini kemungkinan benda baru yang digolongkan sebagai benda "used"/bekas karena kemasannya sudah dibuka.
  • Vendor-vendor daring juga bisa memberikan detail lebih lanjut tentang produk bekasnya. Contohnya, "Kamera ini baru keluar kotak selama 7 hari. Saya menjualnya karena saya menemukan benda yang lebih murah atau model yang lebih bagus." Atau, "Kamera ini masih cukup baru. Saya baru memilikinya selama seminggu. Ada sedikit goresan di sekitar tombol potretnya, tetapi lensanya bebas goresan."
  • Hindari membeli barang-barang bekas dari vendor-vendor tidak tepercaya atau para pengguna tanpa nilai. Orang-orang dengan nilai pengguna yang tinggi biasanya menjual barang sesuai penjelasan yang mereka berikan, dan memiliki kemungkinan lebih kecil untuk menipu Anda dengan produk yang rusak.
  • Craigslist tidak terlalu tepercaya, karena penipuan sering terjadi di antara para penggunanya. Jika Anda memilih membeli dari Craigslist, pastikan foto-foto kamera dipajang di iklannya, Anda berbicara kepada pihak penjual melalui telepon terlebih dahulu, dan Anda melakukan transaksi di tempat umum.
3.Uji coba kamera Anda di toko sebelum membelinya. Keuntungan membeli secara luring adalah banyak toko-toko elektronik akan mengizinkan Anda menggunakan produknya untuk menentukan jika produk tersebut sesuai dengan selera Anda atau tidak.
  • Kamera-kamera biasanya diamankan dalam etalase di dalam toko untuk mencegah pencurian. Akan tetapi, jika Anda meminta mencobanya, maka pegawai penjualan akan melepas keamanan kamera dan mengizinkan Anda memotret secara bebas.
  • Memegang kamera di tangan Anda merupakan keistimewaan yang kecil tetapi tak ternilai, yang tidak bisa ditawarkan oleh toko-toko daring. Mengetahui seberapa nyaman kamera saat dipegang, melihat kualitas gambar yang sesungguhnya, dan mendengarkan fokus pegawai toko saat menjelaskan keuntungan dan kekurangannya akan membantu Anda dalam menentukan pilihan terbaik.
  • Toko-toko elektronik juga cenderung menawarkan garansi dan periode retur yang tidak ditawarkan oleh para vendor daring. Jika Anda membeli sebuah kamera secara daring dan menentukan bahwa ternyata kameranya tidak sesuai dengan keinginan Anda, Anda mungkin harus membayar biaya pengiriman serta stok ulang hanya untuk mendapatkan kembali dana Anda.
  • Untuk strategi terbaik, lakukan uji coba pada sebuah model kamera spesifik di toko untuk mengetahui jika Anda akan menyukainya. Kalau ternyata Anda memang menyukainya, carilah tawaran daring yang lebih baik untuk model yang sama.

4.Cetak tawaran yang bagus yang Anda temukan daring dan berkonsultasilah dengan toko elektronik luring untuk mendapatkan tawaran yang serupa. Beberapa toko, seperti Target, Best Buy, dan Fry's Electronics akan menyamakan tawaran dari beberapa situs web daring tepercaya.
  • Tawaran-tawaran Anda mungkin dibatasi terhadap beberapa situs web spesifik seperti Amazon atau B&H Photo Video. Selain itu, beberapa syarat juga mungkin berlaku, seperti hanya boleh ada satu barang dengan harga yang sama per pelanggan, atau hanya menyamakan harga untuk barang-barang yang tersedia stoknya pada situs web saingan.
  • Terlepas dari syarat-syarat ini, inilah peluang terbaik Anda untuk menemukan tawaran terbaik dan mengetes kameranya secara langsung. Jangan takut menawar atau mencoba mendapatkan diskon dari tenaga penjual demi mendapatkan harga yang lebih baik lagi.
5.Ingat bahwa kamera-kamera point-and shoot dan no-zoom bersifat satu kali pembelian. Karena fitur-fitur yang diperlukan sudah digabungkan di dalam kamera-kamera ini, maka kemungkinan Anda hanya tinggal membeli aksesoris-aksesoris tidak wajib seperti tali kamera atau wadah pembungkusnya.
  • Kamera-kamera DSLR dan kamera-kamera dengan lensa tanpa kaca yang bisa diganti mengharuskan Anda membeli lensa-lensa terpisah untuk mendapatkan berbagai ukuran zoom yang berbeda dan kemampuan mengontrol jumlah cahaya yang diizinkan mencapai sebuah foto. Walau lensa-lensa terpisah ini sepenuhnya opsional, beberapa ahli menyarankan bahwa Anda perlu 3 lensa yang berbeda untuk mendapatkan pengalaman DSLR yang terbaik.
  • Lensa-lensa terpisah yang paling mendasar tetap bisa menghabiskan biaya sekitar $200 (atau Rp2.600.000,00), yang merupakan jumlah total dari harga beberapa kamera point-and shoot. Lensa-lensa berkualitas bisa menghabiskan hingga belasan juta rupiah dan terkadang bahkan mencapai angka ratusan juta rupiah, sehingga lebih mahal daripada kamera-kamera DSLRnya sendiri.
  • Sebagai tambahan untuk lensa-lensanya, kamera-kamera DSLR memaksa penggunaan benda-benda "wajib" lainnya, seperti reflektor cahaya, tripod, atau filter kamera. Bagi fotografer berpengalaman, Anda akan mampu dengan mudah menentukan aksesoris yang diperlukan dan yang bersifat opsional. Akan tetapi, pengguna kamera biasa akan merasa kewalahan dan wajib membeli peralatan-peralatan yang tidak akan mereka gunakan.
 
 
 

0 comments:

Post a Comment

Home - About - Order - Testimonial
Copyright © 2010 Kamera DSLR All Rights Reserved.